Kantor Generos Jakarta

Anak Sulit Bicara? Cara Terapi Gejala Speech Delay

Para orang tua masih minim pengetahuan mengenai speech delay, maka ini dia cara terapi gejala speech delay pada anak. Terapi ini bisa dilakukan sendiri di rumah.

Pertumbuhan anak memang harus di perhatikan, usia tumbuh anak terjadi begitu cepat. Ketika terjadi kejanggalan pada perkembangannya segera konsultasikan kepada dokter.

Secara umum anak usia 1 sudah bisa mengeluarkan kata-kata. Namun hanya bisa mengucapkan beberapa kata saja. Tetapi terdapat banyak cara terapi gejala speech delay dengan mudah.

Cara Terapi Gelaja Speech Delay
Cara Terapi Gelaja Speech Delay

Cara Terapi Speech Delay Pada Anak

Para orang tua tidak perlu panik jika mengalami anak kesulitan dalam berbicara. Ada beberapa tips cara terapi gejala speech delay yang bisa dilakukan dirumah.

Terapi ini dilakukan oleh para orang tua, khusus nya seorang ibu. Karena biasanya yang dapat mengerti keinginan bayi adalah seorang ibu.

1. Jangan Berikan Gadget Pada Anak

Fenomena saat ini di lingkungan keluarga adalah seorang anak usia 1 sampai 2 tahun yang sudah familiar dengan smartphone. Hal ini sebetulnya kurang baik bagi balita.

Masalah pertama adalah Anda tidak dapat mengontrol informasi yang masuk ke balita, maka harus selalu diawasi. Masalah lainnya ketika balita bermain gadget mereka akan kurang untuk berinteraksi dengan lingkungan.

Ketika seorang bayi kurang berinteraksi dengan ayah, ibu dan kakak nya ini akan menghambat pertumbuhannya. Maka lebih disarankan perbanyak aja interaksi dan ajak bicara.

Lebih baik hindari pemakaian terlalu banyak Televisi, Smartphone atau teknologi lainnya yang berdampak pada kurang interaksinya anak pada lingkungan, ini merupakan salah satu cara terapi gejala speech delay.

2. Selalu Pancing Agar Berbicara

Maksud di poin ini adalah berikan mainan-mainan seperti puzzle kata dan tempelan menarik mengenai kata, ini bisa jadi alternatif cara terapi gejala speech delay.

Berikan gambar-gambar kesukaan, bentuk kesukaan dan warna kesukaan agar memancing untuk terus berinteraksi dengan orang tua. Diharapkan ketika balita menginginkan sesuatu dia akan meminta kepada orang tuanya melalui isyarat.

Hal ini bisa dilakukan untuk terus melatih agar tidak kaku berbicara. Jadi ketika seorang bayi usia 1 sampai 2 tahun menginginkan sesuatu dia tidak menangis tetapi berbicara beberapa kata untuk berkomunikasi pada sang ibu.

3. Berikan Apresiasi Ketika Berhasil

Hal ini menjadi begitu penting bagi anak, karena salah satu kebutuhan seorang manusia adalah mendapatkan apresiasi. Apalagi seorang bayi usia 1 sampai 7 tahun mereka sangat ingin di apresiasi dari segala usahanya.

Misal ketika balita berhasil menyelesaikan pemainan puzzle yang diberikan oleh ibu, maka ibu di sarankan memberikan apresiasi dengan memberi makanan dan ucapan selamat. Hal ini merupakan cara terapi gejala speech delay dengan cepat.

Sehingga anak merasa senang melakukan kegiatan tersebut, dan akan terus mengulangi interaksinya dengan lingkungan. Karena gejala utama anak kesulitan bicara karena lingkungan yang tidak mendukung interaksinya.

4. Berikan Terus Pengulangan

Memang pada dasarnya otak manusia akan mengenal sesuatu ketika itu diulang-ulang, hal ini juga berlaku pada balita usia 1 sampai 5 tahun.

Misal ketika anak dapat berbicara sepatah kata yang benar maka berikan apresiasi agar terus melakukan pengulangan-pengulangan. Jika balita mengalami kesalahan artikulasi maka benarkan sehingga dia bisa tau kesalahannya dan akan mengulangi yang benar.

Hal utama yang harus dilakukan orang tua yaitu konsisten terus menerus memberikan interaksi pada anaknya, sehingga jika ini terus dilakukan bisa dijadikan cara terapi gejala speech delay pada balita usia 1 sampai 3 tahun.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *