Kantor Generos Jakarta

Ciri-Ciri Keterlambatan Bicara Pada Anak

Setiap orang tua mestinya harus mengenali ciri-ciri Keterlambatan bicara pada anak. Agar tidak terjadi keterlambatan bicara yang bisa berdampak pada kecerdasan anak ke depannya

Dalam tumbuh kembangnya tentu setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Belajar berbicara merupakan salah satu tahapan yang akan dilalui.

Keterlambatan bicara adalah gangguan komunikasi yang biasanya terjadi pada balita. Umumnya usia 3 hingga 5 tahun seringkali mengalami gangguan keterlambatan berbicara.

Ciri Keterlambatan Bicara Pada Anak
Ciri Keterlambatan Bicara Pada Anak

Berikut ciri-ciri Keterlambatan bicara pada anak

Pada umumnya ketika si kecil beranjak 2 tahun sudah mengatakan sekitar 50 kata. Apabila kurang dari 50 kata mungkin anak tersebut mengalami gangguan Keterlambatan bicara.

1. Jarang mengeluarkan suara dan merespon suara

Pada bayi usia 9 bulan akan mengeluarkan suara. Mereka akan mengeluarkan suara kepada orang-orang di sekitar yang familiar dengan mereka.

Dengan menunjuk suatu objek yang disukai balita. Artinya si kecil dapat merespon suara dari objek tersebut.

Apabila kedua hal tersebut tidak ada pada anak anda. Ada kemungkinan anak Anda mengalami keterlambatan bicara. Hal ini bisa menjadi ciri-ciri Keterlambatan bicara pada balita.

2. Tidak mengerti gesture yang diberikan orang di sekitarnya

Gesture merupakan salah satu metode orang tua untuk mengajari anaknya berbicara. Dengan gesture si kecil dapat mengerti apa yang di inginkan orang tuanya.

Ciri-ciri Keterlambatan bicara pada balita ini sudah umum bagi kalangan orang tua. Sebaiknya segera diatasi agar anak bisa berbicara sesuai dengan perkembangannya.

Secara teknis seharusnya dengan gesture tiap orang yang dilihat akan merangsang respon dari si kecil. Hal tersebut otomatis membuat kemampuan berbicara nya sedikit terlatih.

3. Artikulasi kurang baik

Artikulasi kurang baik merupakan salah satu dari berbagai ciri-ciri Keterlambatan bicara pada anak. Artikulasi kurang baik dapat menyebabkan orang lain tidak mendengar jelas pengucapan balita.

Umumnya hal ini dapat dilatih menjadi lebih baik. Dengan bertambahnya usia dapat menjadikan artikulasi seorang balita menjadi lebih baik.

Pelatihan huruf konsonan yang sulit seperti L, S, R, Z, T, D secara berkala. Itu dapat mengatasi keterlambatan berbicara.

4. Membuat kalimat yang tidak dimengerti

Seringkali balita mengoceh atau berbicara tetapi tidak dapat dimengerti orang. itu merupakan ciri-ciri Keterlambatan bicara pada balita.

Tentu orang tua senang karena anaknya dapat membuat kalimat ketika berbicara. Tetapi hal ini menjadi masalah ketika balita membuat kalimat yang tidak dimengerti orang.

Biasanya si kecil hanya dapat mengeluarkan kata-kata yang banyak tanpa membentuk kalimat yang memiliki arti. Itu sebabnya orang tua harus mengajarkan anak untuk membuat kalimat yang jelas kepada balita sedari dini.

Setiap orang tua tentunya menginginkan buah hatinya bisa berbicara dengan cepat sesuai usianya. Maka dari itu orang tua harus sigap dalam mengikuti tumbuh kembangnya sang buah hati.

Ada beberapa upaya dalam merangsang kemampuan berbicara balita. Berbicara pada anak sesering mungkin dan memberi kosakata baru. Dan memberikan treatment lebih jika sudah terdapat ciri-ciri Keterlambatan bicara pada anak.

Lalu bisa dengan membacakan cerita kepada sang buah hati. Kebanyakan ibu sering sekali membacakan cerita pada saat si kecil makan atau saat akan tidur.

Memberi terapi pada anak juga bisa menjadi upaya untuk mengatasi terlambat nya bicara sang buah hati. Tetapi tetap harus diterapi oleh ahli nya.

dengan memperhatikan tumbuh kembangnya anak semoga dapat mengatasi keterlambatan bicara. Dan apabila buah hati memiliki ciri-ciri Keterlambatan bicara tersebut lebih baik bawa dan konsultasi dengan dokter spesialis anak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *